Hilangkan Mental Gratisan

Mental Gratisan merupakan perilaku yang lumayan berbahaya. Oleh karena itu jika saat ini Anda merasa memiliki mental tersebut, saya sarankan mulai introspeksi diri apakah Anda sering gagal atau susah meraih apa yang Anda impikan di dunia IM ?

Jika iya, kemungkinan itu karena Anda memelihara mental gratisan yang mau dipercaya atau tidak, inilah jurang penghambat proses Anda menuju kesuksesan.

Yang ada malah kegagalan melulu dan akhirnya bisa membuat Anda putus asa kalau lepas kontrol terlalu maniak terhadap yang namanya gratisan.

Tidak ada yang gratis jika Anda ingin sukses karena mencapai sukses itu dibutuhkan proses dan pengorbanan. Dari sisi agama pun menurut saya mental gratisan itu sebenarnya sudah salah sama sekali. Bagaimana tidak, dalam agama saja untuk mencari rezeki itu kita diharuskan untuk berusaha padahal rezeki kan sudah diatur jatahnya masing-masing. Tapi kenapa harus berusaha? Logikanya begini, kira-kira mungkin tidak kalau orang itu bisa sukses dan kaya-raya tanpa ada usaha apa pun yang ada Cuma menikmati yang gratis contohnya bernapas saja atau tidur saja? Tidak mungkin kan kecuali masih bergantung sepenuhnya kepada orang tua atau orang yang menafkahi atau mungkin memelihara tuyul. “Canda Tuyul

Nah, usaha di sini itu memang ada yang bisa didapatkan dengan gratis tapi percayalah, sangat sulit untuk melakukannya dan malah menyebabkan kegagalan yang tak berujung. Salah satu usaha yang tepat untuk memancing rezeki tentu membutuhkan sebuah pancingan yaitu modal. Modal di sini itulah yang harus digunakan untuk melenyapkan mental gratisan Anda yang akan menghambat jalur sukses Anda.

Waspadai mental gratisan! Karena ini bisa membuat Anda banyak gagal dibanding suksesnya. Bahkan orang-orang pun sebenarnya banyak yang resah dengan para penyandang mental gratisan ini. Kalau tidak resah, tidak sehat menurut saya.

Anda komisi atau fee iklan, kira-kira Anda rela dan mau-mau saja atau tidak? Tentu tidak mau bukan? Kalau ada yang bila mau, berarti Anda kurang sehat

Toh meskipun mereka membayar para publisher dan affiliatenya, mereka ini bukannya bangkrut namun malah makin jaya loh itu artinya, memancing banyak rezeki dengan satu pancingan rezeki untuk orang lain.

Apa efek mental gratisan?

Ketika pemikiran Anda sebenarnya terlatih untuk mendapatkan sesuatu sesuai kemampuan, misalnya kita mampu mengeluarkan uang sebesar 1 juta, lalu kita caricari alternatif lain yang lebih murah misalnya 100rb atau malah gratis. Maka secara tidak langsung otomatis akan membentuk pola pikir “Dengan gratisan saja saya bisa mendapatkan sesuatu yang berbayar kok”.

Maka selanjutnya ketika kita berupaya ingin memacu motivasi untuk mendapatkan pendapatan yang lebih besar dari yang ada, pikiran ini akan melakukan sabotase dengan mengatakan: “Ngapain cari pendapatan yang lebih besar? Yang ada ini sudah cukup kok”.

Terkait dengan pola pikir di atas tersebut, ada yang salah mempresepsikan ini dengan arti syukuri apa yang Ada. Menurut saya itu salah, karena di sini konteksnya bukan mengeluhkan apa yang Ada, jadi apa yang harus disyukuri? Ini bicara masalah usaha dan bisnis yang mana dalam Agama saya yaitu Islam menuntut untuk kita menjadi kaya-raya dengan jalan yang halal agar harta yang didapatkan kelak akan memberikan kemaslahatan untuk diri kita dan orang lain.

Jadi kalau begitu, kita tidak boleh puas dengan hasil yang ada tapi justru kita harus meningkatkan potensi pendapatan kita dan untuk mencapai hal itu, mental gratisan perlu ditendang jauh-jauh dari pikiran kita. Ok, di sini saya tidak lantas memprovokasi untuk membeli semua penawaran berbayar yang ada. Tapi hindari berpikir, ah bayar ini loh yang berbahaya. Kalau memang tidak mampu untuk membelinya sekarang, akan sangat bijak dan membantu kita lebih produktif yaitu dengan berkata dalam hati, “Hmm” oke saya akan beli nanti”. Untuk membeli itu nanti, Anda akan berusaha tentunya, entah itu dengan mengembangkan bisnis atau menabung dari sebagian pendapatan yang ada sekarang.

Ketika bisnis yang ada sudah jalan dan menghasilkan, silahkan kalau Anda mau borong semua produk-produk IM dan mencobanya satu-persatu. Intinya Ian Anda sudah ada income yang menopang baik untuk hidup Anda dan untuk membeli produk-produk IM tersebut.

Satu hal yang perlu ditanamkan adalah, hidup Anda tidak akan mengalami peningkatan jika Anda tidak mau berinvestasi alias mental gratisan maka Anda tidak berani mengambil peluang yang ada dan menunda-nunda untuk memulai bisnis Anda.

Ini adalah fakta kehidupan mental gratisan maka renungkanlah !

Saya Bukan Mental Gratisan.

Ok, kalau Anda memang tidak bermental gratisan, berarti saya yakin Anda suka berburu ilmu, teki atau metode-metode baru tentang IM yang mana ini biasanya dilakukan dengan membeli produk-produk digital berbayar seperti ebook, video, membership, kursus online, workshop, seminar dan lain sebagainya. Ini hal yang sangat bagus karena biasanya dengan begitu, Anda akan menjadi lebih giat dan tekun untuk mempraktekkan dari apa yang Anda beli tersebut karena Anda akan berpikir sudah mengeluarkan investasi alias modal atas ilmu, metode atau teknik IM tersebut. Kalau sudah keluar uang untuk investasi produk tapi tidak di praktekkan lantas menjadi skeptis dan sentimen terhadap apa yang sudah Anda beli tersebut lalu muncul alasan-alasan negatif dan menyalahkan orang lain yang sebenarnya diakibatkan oleh faktor diri Anda sendiri yang tidak bertinda dan fokus dalam mempraktekkannya, ya…mending ke laut saja.

Ok, memang tidak ada yang salah dengan hal tersebut dan saya pun dulu juga seperti itu sampai-sampai kebingungan dengan apa yang saya pelajari sendiri, tapi saya tidak pernah berpikir sedikit pun untuk menyalahkan orang lain atau si penjual produk di mana saya tidak berhasil menerapkan produknya sesuai yang diajarkan karena saya sadar dan introspeksi diri bahwa saya bukanlah manusia yang sempurna dan selalu memiliki kesalahan dan kekurangan. Termasuk dalam menerapkan isi produk yang saya beli tersebut dan itu wajar menurut saya. Itulah proses…di mana selalu ada kegagalan dan yang pasti akan tiba untuk hadirnya keberhasilan yang kita kejar.

Jika Anda sudah bertekad untuk terjun di dunia IM dan yakin ingin menjalankannya, selanjutnya hal yang terpenting adalah memilih mentor yang tepat. Mentor ibarat seorang pelatih yang akan mengarahkan Anda pada hal-hal yang seharusnya

Sekian dulu dari saya apa bila ada kesalahan dalam menulis dan kesalahan-kesalahan yang lain mohon di mengerti karena saya pun hanyalah seorang manusia biasa. Saya Fikril Khaekal sampai jumpa di artikel yang lain dan Salam Sukses.

Jangan lupa Follow Sosial media FB dan IG dari Yuk-bisnis untuk mendapatkan konten menarik lainya tentang Bisnis, Motivasi, dan inspirasi dari kami .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *